Rokan Hilir - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Tatik Sri Rahayu Bistamam, menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Kesehatan RI dan Ketua Umum TP PKK Pusat atas keberhasilan mendukung percepatan penurunan jumlah anak Zero Dose atau anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar.
Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026), dengan tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045."
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen TP PKK Rohil bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam meningkatkan cakupan imunisasi sepanjang 2025 hingga 2026. Sinergi tersebut dinilai berhasil mempercepat penurunan jumlah anak Zero Dose melalui edukasi dan pendampingan yang dilakukan kader PKK hingga tingkat desa.
Tatik Sri Rahayu Bistamam mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh kader PKK yang selama ini aktif turun ke masyarakat memberikan edukasi tentang pentingnya imunisasi.
"Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh pengurus dan kader PKK Rohil hingga ke tingkat desa. Terima kasih juga kepada Pemkab Rohil yang telah memberikan dukungan penuh," ujarnya.
Ia menegaskan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan anak di Rokan Hilir.
"Tugas kita belum selesai. Kami akan memastikan seluruh anak di Rohil memperoleh imunisasi dasar lengkap agar tumbuh sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit. Sinergi dengan Dinas Kesehatan, kecamatan hingga kepenghuluan akan terus diperkuat agar tidak ada lagi anak yang terlewat dari layanan imunisasi," tegasnya.
Rokan Hilir menjadi salah satu dari 14 kabupaten/kota di Indonesia yang dinilai paling berhasil melaksanakan intervensi Imunisasi Zero Dose (IZD) melalui peran aktif TP PKK daerah.
Piagam penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin dan Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian pada 11 Juli 2026.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan peran strategis kader PKK sebagai ujung tombak dalam mendukung program kesehatan nasional, khususnya meningkatkan cakupan imunisasi demi mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat dan bebas dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).