PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, membuka secara langsung Seminar Budaya Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru yang mengangkat tema "Penguatan Karakter Anak Berbasis Nilai Melayu Islam melalui Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Ruang Aman Menuju Generasi Emas Indonesia", di Aula Menara BRK Syariah, Kamis (30/7/2026).
Dalam sambutannya, Agung menegaskan bahwa penguatan karakter generasi muda menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, generasi penerus Kota Pekanbaru harus dibekali tidak hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga akhlak mulia dan jati diri budaya yang kuat.
"Di tengah derasnya arus globalisasi dan keterbukaan informasi, penguatan karakter anak-anak muda kita tidak bisa ditunda. Melalui wadah DMDI ini, kita ingin memastikan generasi penerus Kota Pekanbaru tidak hanya cerdas secara intelektual dan adaptif terhadap teknologi, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia, berbudi pekerti luhur, serta bangga akan identitas budayanya," ujar Agung.
Ia berharap seminar tersebut mampu melahirkan gagasan dan langkah konkret yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan maupun pola pengasuhan anak, sehingga mampu membentuk generasi emas Indonesia yang berkarakter.
Sementara itu, Ketua DMDI Kota Pekanbaru Markarius Anwar, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya Melayu yang berpadu dengan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, budaya Melayu tidak hanya berbicara tentang tradisi, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang menjadi fondasi pembentukan karakter, seperti adab, sopan santun, menghormati orang tua, kasih sayang, musyawarah, dan budi pekerti.
Melalui seminar ini, DMDI berharap sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan identitas Melayu dan nilai-nilai Islam.