PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mulai merumuskan langkah strategis untuk penanganan banjir dan pengelolaan sumber daya air secara menyeluruh di Pekanbaru.
Langkah tersebut dilakukan setelah Walikota Pekanbaru Agung Nugroho bersama jajaran melakukan peninjauan langsung ke tiga titik sungai yang dinilai strategis. Hasil peninjauan lapangan kemudian dibahas dalam rapat bersama pemerintah pusat guna menyusun solusi permanen terhadap persoalan banjir yang selama ini menjadi tantangan di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Agung mengatakan, pembahasan difokuskan pada penataan infrastruktur pengelolaan air secara komprehensif sekaligus pematangan konsep Green Corridor sebagai bagian dari pembangunan kawasan bantaran sungai yang lebih tertata.
"Diskusi ini berfokus pada penataan komprehensif infrastruktur pengelolaan sumber daya air dan pematangan konsep Green Corridor. Kita ingin temuan dan data lapangan langsung diterjemahkan menjadi skema aksi, mulai dari normalisasi sungai, penguatan struktur penahan banjir, hingga penataan kawasan bantaran hijau yang asri dan aman bagi masyarakat," ujar Agung.
Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci agar penanganan banjir tidak lagi bersifat sementara, melainkan berorientasi pada solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Ia menegaskan, dukungan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai program pengendalian banjir, termasuk pembenahan sistem drainase, normalisasi aliran sungai, serta pengembangan ruang terbuka hijau di sepanjang bantaran sungai.
"Sinergi dengan pemerintah pusat menjadi pijakan yang kuat agar penanganan banjir dan penataan sistem pengelolaan air di Kota Pekanbaru dapat direalisasikan secara berkelanjutan demi memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat," tutupnya.