Kanal

Preman Berkedok Jukir Diduga Resahkan Pengunjung RSUD Arifin Achmad, Korban Mengaku Spion Mobil Dirusak

PEKANBARU - Dugaan aksi premanisme berkedok juru parkir (jukir) kembali menjadi sorotan. Seorang warga mengaku menjadi korban dugaan pemerasan dan perusakan kendaraan saat memarkir mobil di kawasan Jalan Hangtuah, tepatnya di depan Gereja HKBP, dekat RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Korban menceritakan, saat hendak membesuk keluarga yang dirawat di ruang ICU RSUD Arifin Achmad, area parkir di dalam rumah sakit sudah penuh sehingga ia memarkir kendaraan di tepi jalan.

Menurut pengakuannya, seorang pria yang diduga juru parkir meminta uang parkir sebesar Rp5.000 dan mengharuskan pembayaran dilakukan di awal. Korban mengaku menolak membayar di depan karena baru akan meninggalkan kendaraan.

"Kalau tidak bayar di depan, mobil dirusakkan," ungkap korban yang namanya tidak ditulis.

Korban mengaku ancaman tersebut benar-benar terjadi. Saat kembali ke lokasi parkir, spion mobilnya disebut telah dirusak dan hilang diduga dibawa kabur.

Tak hanya itu, korban juga menyebut praktik serupa diduga sudah lama terjadi di sekitar RSUD Arifin Achmad. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari pedagang di sekitar lokasi, telah banyak pengguna kendaraan yang menjadi korban.

Modus yang disebutkan beragam, mulai dari mematahkan spion, menggores bodi kendaraan, mengempiskan ban, hingga menaburkan paku apabila pengendara tidak memenuhi permintaan uang parkir.

Korban mengaku telah membuat laporan kepada pihak kepolisian dan berharap kasus tersebut segera ditindaklanjuti.

Ia juga meminta perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru serta Polda Riau agar praktik dugaan premanisme berkedok juru parkir di kawasan tersebut dapat diberantas demi memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya keluarga pasien yang datang ke rumah sakit.

Kepala Dinas Perhubungan Masykur Tarmizi dihubungi Selasa (4/8/2026), belum dijawab.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER