PEKANBARU - Dugaan aksi premanisme berkedok juru parkir (jukir) liar kembali meresahkan warga di Kota Pekanbaru. Seorang warga Jalan Musyawarah, Kecamatan Payung Sekaki, mengaku menjadi korban setelah mobilnya diduga dirusak oleh jukir liar di kawasan Jalan Hang Tuah, tepatnya di depan Gereja HKBP, saat hendak membesuk keluarga yang dirawat di RSUD Arifin Achmad.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. A selaku korban mengatakan, sempat dimintai uang parkir sebesar Rp5.000 yang harus dibayar di muka oleh seorang pria yang mengaku sebagai jukir.
Korban menolak membayar sebelum meninggalkan lokasi. Penolakan tersebut memicu ancaman dari jukir yang diduga mengatakan akan merusak mobil apabila permintaan tidak dipenuhi.
Saat kembali dari rumah sakit, korban mendapati mobilnya telah mengalami kerusakan. Salah satu spion kendaraan dilaporkan hilang diduga dibawa kabur pelaku.
Keterangan dari sejumlah pedagang di sekitar lokasi menyebut, pria yang diduga sebagai jukir liar itu telah lama meresahkan. Mereka mengaku aksi kriminal seperti menabur paku di jalan, mengempiskan ban kendaraan hingga memecahkan kaca mobil disebut-sebut kerap terjadi terhadap pengendara yang tidak memberikan uang parkir.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi menyatakan, akan langsung turun ke lokasi bersama anggota pada Rabu (5/8/2026) untuk melakukan pengecekan.
"Kami akan turun langsung bersama anggota ke lokasi," kata Masykur, dikonfirmasi Selasa (4/8/2026) malam.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut masuk dalam Zona 1 pengelolaan parkir yang dikelola oleh pihak ketiga. Namun menurutnya, pelaku diduga merupakan jukir liar karena langsung melarikan diri usai kejadian.
"Ini masuk Zona 1 yang dikelola PT, biasanya ini ulah jukir liar. Buktinya setelah kejadian langsung kabur," tutup Masykur.