Kanal

Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Raih Peringkat I Riau Investment Award 2026

PEKANBARU - Kota Pekanbaru mencatat realisasi investasi Rp7,35 triliun sepanjang Januari-Juni 2026. Capaian tersebut mengantarkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meraih Peringkat I Riau Investment Award 2026.

Penghargaan diserahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam Riau Investment Forum di Ballroom Dang Merdu BRK Syariah, Pekanbaru, Jumat (14/8/2026). Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin menerima penghargaan tersebut mewakili Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.

Berdasarkan data investasi Semester I 2026, realisasi penanaman modal di Pekanbaru mencapai Rp7.352.577.147.806. Angka itu setara 156,02 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp4,71 triliun.

Capaian tersebut ditopang investasi dalam negeri dan asing. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp6,11 triliun melalui 7.286 proyek. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp1,23 triliun dari 451 proyek.

Dari investasi PMDN, tercatat penyerapan 5.283 tenaga kerja Indonesia dan tujuh tenaga kerja asing. Adapun investasi PMA menyerap 638 tenaga kerja Indonesia dan satu tenaga kerja asing.

Lonjakan investasi juga terlihat dari perbandingan antartriwulan. Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi tercatat sekitar Rp2,55 triliun. Angka itu melonjak menjadi Rp4,79 triliun pada Triwulan II.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Pekanbaru.

“Alhamdulillah, target investasi kita di Semester I tidak hanya tercapai, tetapi jauh melampaui target nasional. Ini bukti bahwa iklim investasi di Pekanbaru sangat sehat dan mendapat kepercayaan penuh dari para pemodal,” kata Agung.

Menurut dia, pemerintah kota terus mendorong penyederhanaan birokrasi dan digitalisasi pelayanan perizinan untuk memangkas proses administrasi serta memberikan kepastian kepada investor.

Agung menegaskan penghargaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai capaian administratif. Pemko Pekanbaru, kata dia, harus memastikan pertumbuhan investasi berdampak langsung terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.

“Komitmen kami memberikan karpet merah bagi investasi yang membawa dampak positif bagi ekonomi daerah. Kemudahan berusaha terus kita tingkatkan secara konsisten,” ujarnya.

Ia juga meminta jajaran Pemko Pekanbaru menjadikan capaian tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga kepercayaan investor.

“Penghargaan ini hasil kerja keras seluruh elemen pemerintah kota dan kolaborasi dengan masyarakat. Ke depan, kita akan terus memastikan infrastruktur pelayanan publik mampu merespons dinamika investasi dengan sigap,” kata Agung.

Dengan realisasi Rp7,35 triliun hingga pertengahan tahun, tantangan berikutnya bagi Pekanbaru bukan sekadar mempertahankan peringkat, tetapi memastikan investasi yang masuk menghasilkan lapangan kerja, menggerakkan sektor usaha lokal, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER