Kanal

Mahasiswa FISIP Unri Olah Sampah Plastik Jadi Tong Sampah Ecobrick

PEKANBARU - Kepedulian terhadap persoalan sampah mendorong mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) yang tergabung dalam Kelompok FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Kelurahan Sukamulia menghadirkan inovasi sederhana berupa tong sampah berbasis ecobrick.

Program yang berlangsung pada 13-27 Juli 2026 itu dikoordinatori Nabilah Najwa. Mahasiswa memanfaatkan limbah botol plastik dan kemasan makanan untuk diolah menjadi fasilitas kebersihan yang ditempatkan di sejumlah titik di Kelurahan Sukamulia.

Gagasan tersebut lahir setelah mahasiswa melakukan observasi lapangan dan menemukan penumpukan sampah anorganik di sejumlah lokasi. Kondisi itu mendorong Kelompok FBN mencari solusi yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan fasilitas yang dapat digunakan masyarakat.

Proses pembuatan dimulai dengan mengumpulkan botol bekas dan sampah plastik dari lingkungan sekitar serta pengepul sampah di Sukamulia. Limbah kemudian dicuci, dikeringkan, dan khusus kemasan makanan dipotong menjadi bagian-bagian kecil agar mudah dipadatkan.

Potongan plastik selanjutnya dimasukkan ke dalam botol bekas dan dipadatkan hingga mencapai berat sekitar 200 gram per botol. Botol yang telah menjadi ecobrick kemudian dirangkai menggunakan kabel tis dan diperkuat kerangka besi hingga membentuk tong sampah yang kokoh.

“Kami membuat sebuah inovasi kecil dengan harapan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Kelurahan Sukamulia untuk mengurangi penumpukan sampah. Dengan adanya proker ini, diharapkan dapat menjadi percontohan dan berdampak bagi Kelurahan Sukamulia,” kata Nabilah Najwa.

Pada Senin, 27 Juli 2026, tong sampah tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya Balai RW 03 di Jalan Hang Lekir dan Pos RW 06.

Kelompok FBN berharap program tersebut tidak berhenti pada penyediaan fasilitas kebersihan. Lebih jauh, inovasi itu diharapkan mendorong warga memilah dan mengolah sampah anorganik sekaligus melihat potensi ekonominya.

Melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna, mahasiswa FISIP Unri ingin menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak selalu membutuhkan solusi besar. Langkah sederhana di tingkat lingkungan pun dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan baru dan meningkatkan kesadaran warga terhadap persoalan lingkungan.***

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER