Kanal

ISPA di Pekanbaru Melonjak, Rawat Inap RSD Madani Masih Sepi

PEKANBARU - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Pekanbaru melonjak hingga sekitar 300 kasus per hari di tengah kabut asap Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, lonjakan itu belum tercermin di ruang rawat Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani. Rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) tersebut masih menangani rata-rata hanya dua hingga tiga pasien ISPA.

Kontras itu menunjukkan peningkatan kasus ISPA sejauh ini lebih banyak terjadi pada layanan kesehatan di luar rawat inap. Direktur RSD Madani Pekanbaru Adi Darma mengatakan, jumlah pasien yang dirawat belum mengalami perubahan berarti dibandingkan sebelum kabut asap.

“Masih sama seperti sebelum kabut asap, dua sampai tiga pasien saja. Belum ada kenaikan yang signifikan,” kata Adi Darma, Sabtu (5/9/2026).

Pasien yang menjalani perawatan di RSD Madani juga belum didominasi anak-anak. Menurut Adi, sebagian besar pasien merupakan kelompok lanjut usia (lansia)

“Usia anak-anak belum ada. Rata-rata usia lansia. Belum begitu pengaruh,” ujarnya.

Sementara itu, data Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru menunjukkan tekanan terhadap kesehatan warga mulai meningkat. Rata-rata kasus ISPA yang sebelumnya sekitar 100 kasus per hari kini melonjak hingga sekitar 300 kasus.

Sekretaris Diskes Pekanbaru Dedy Sambudi menyebut kenaikan tersebut mencapai sekitar dua kali lipat dari kondisi sebelumnya.

“Ada peningkatan kasus ISPA, dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari,” kata Dedy, Kamis (3/9).

Selama masa tanggap darurat karhutla, Diskes Pekanbaru mencatat 706 warga terkonfirmasi mengalami ISPA. Penyakit tersebut menjadi gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Dampak asap juga tercatat pada penyakit lain. Diskes menemukan 33 kasus iritasi kulit, 23 kasus asma, 15 kasus konjungtivitis atau mata merah, dan lima kasus pneumonia.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER