Kanal

PM2.5 Pekanbaru Tembus 132,7, Sekolah Kembali Belajar dari Rumah

PEKANBARU - Kabut polusi belum juga memberi ruang bagi warga Pekanbaru. Senin (21/9/2026) pagi, konsentrasi partikulat halus PM2.5 kembali menembus 132,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut tercatat dalam pemantauan BMKG pada pukul 05.00 WIB dan masuk kategori Tidak Sehat.

Kondisi serupa terpantau IQAir. Pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara Pekanbaru berada di level 185 AQI, dengan PM2.5 sebesar 103,8 µg/m³. IQAir juga menetapkan kualitas udara dalam kategori Tidak Sehat.

Buruknya kualitas udara ini datang bersamaan dengan keputusan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, TK, SD, dan SMP sederajat selama dua hari, Senin-Selasa (21-22/9/2026).

Keputusan tersebut menjadi penanda bahwa persoalan kabut asap dan polusi udara di Pekanbaru belum benar-benar berakhir. Ketika konsentrasi PM2.5 kembali berada pada level tidak sehat, aktivitas anak-anak di ruang terbuka menjadi salah satu perhatian utama.

Bagi warga, persoalannya bukan sekadar angka pada alat pemantau kualitas udara. Polusi yang bertahan berarti risiko paparan terhadap masyarakat juga terus berlangsung, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Dengan PJJ kembali diperpanjang, kualitas udara Pekanbaru masih menjadi persoalan yang harus dihadapi pemerintah dan masyarakat pada awal pekan ini.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER