Kanal

Jurnalis Keluhkan Akses Komunikasi Indosat di Riau Dinilai Tertutup

PEKANBARU - Sejumlah jurnalis di Riau mengeluhkan pola komunikasi Corporate Communications Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison Sarah Firdausy, yang dinilai belum membuka ruang komunikasi secara luas dengan media.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah jurnalis yang identitasnya tidak ditulis. Mereka menilai akses komunikasi dengan pihak Indosat di Riau menjadi lebih terbatas sejak Sarah menjalankan fungsi komunikasi perusahaan di wilayah Sumatra.

Menurut para jurnalis, persoalan bukan sekadar sulit mendapatkan respon saat melakukan konfirmasi. Mereka juga menilai komunikasi dua arah antara perusahaan dan media belum berjalan sebagaimana mestinya.

Padahal, sebelum Sarah menjalankan fungsi tersebut, telah terbentuk grup komunikasi media Indosat di Riau yang menjadi ruang interaksi antara perusahaan dan jurnalis.

Sejumlah jurnalis mempertanyakan keberadaan ruang komunikasi tersebut jika pada praktiknya masih ada media yang kesulitan memperoleh respon ketika membutuhkan informasi atau melakukan konfirmasi terkait aktivitas Indosat.

“Yang kami persoalkan bukan soal harus selalu mendapatkan pemberitaan atau perlakuan khusus. Kami hanya berharap ada ruang komunikasi yang terbuka ketika media membutuhkan konfirmasi,” kata salah seorang jurnalis.

Jurnalis lain menilai perusahaan telekomunikasi sebesar Indosat semestinya memiliki pola komunikasi yang terbuka dan dapat diakses media secara proporsional.

Keluhan itu juga mencuat menjelang rencana pertemuan Indosat bersama sejumlah jurnalis di Riau dalam waktu dekat.

Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan dari Corporate Communications Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison mengenai keluhan sejumlah jurnalis tersebut. Upaya konfirmasi terus dilakukan oleh awak media ini agar mendapat penjelasan.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER