PEKANBARU - Kesenjangan antara kompetensi lulusan sekolah kejuruan dan kebutuhan dunia kerja menjadi salah satu tantangan pendidikan vokasi. PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) memperkuat pendampingan terhadap 27 SMK binaan Astra Honda Motor (AHM) di Riau untuk memastikan pembelajaran dan keterampilan siswa selaras dengan standar industri sepeda motor.
Program tersebut dijalankan melalui kunjungan berkala ke sekolah binaan, di antaranya SMK Teknologi Balam dan SMKN 1 Mandau. Pendampingan tidak hanya menyasar proses pembelajaran, tetapi juga kesiapan fasilitas bengkel praktik dan kompetensi tenaga pengajar.
Capella Honda menerapkan klasifikasi sekolah berdasarkan standar AHM. Dari 27 SMK binaan di Riau, lima sekolah berada pada Grade A+ dan telah tersertifikasi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK), 12 sekolah masuk Grade A, sedangkan 10 sekolah lainnya berada pada Grade B.
Klasifikasi tersebut menjadi salah satu tolok ukur kesiapan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Penilaiannya meliputi kelengkapan peralatan praktik, kesiapan laboratorium, sertifikasi tenaga pengajar, penerapan kurikulum industri, hingga serapan lulusan di jaringan bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).
Melalui program ini, Capella Honda mendorong peningkatan fasilitas praktik, pembaruan kurikulum, serta penguatan keterampilan guru dan siswa. Sekolah Grade B diarahkan memenuhi persyaratan untuk mencapai Grade A, sementara sekolah dengan klasifikasi lebih tinggi diminta menjaga konsistensi mutunya.
Public Relation Capella Honda, Reinhard Sianipar, mendampingi Vocational Officer Lahdi Pekbar dalam kunjungan ke salah satu sekolah binaan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kemitraan antara perusahaan dan institusi pendidikan.
Lahdi mengatakan, sinergi berkelanjutan dengan sekolah kejuruan diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang terampil, berkarakter, dan memiliki daya saing.
“Melalui sinergi berkelanjutan ini, Capella Honda berharap dapat terus melangkah bersama dunia pendidikan vokasi di Riau dalam mencetak tenaga kerja yang terampil, berkarakter, dan berdaya saing global,” ujarnya.