Kanal

Biznet Perluas Jaringan ke 200 Kota, Pemerataan Akses Internet Masih Jadi Ujian

PEKANBARU - Perluasan jaringan internet belum otomatis menjamin pemerataan akses digital. Kualitas koneksi, keterjangkauan harga, dan konsistensi layanan tetap menjadi tantangan ketika penyedia internet memperluas jangkauan hingga ke berbagai daerah.

Biznet mengklaim jaringannya telah menjangkau lebih dari 200 kota dan kabupaten, dengan lebih dari 3 juta homepass serta dukungan lebih dari 300 kantor cabang. Jaringan tersebut tersebar di Jawa, Bali, Sumatera, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, hingga Flores.

Assistant Vice President Biznet Territory Sumatera Dedi Riyanto dapat menjadi narasumber untuk menjelaskan strategi perluasan jaringan di Sumatera, termasuk upaya perusahaan menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat dan pelanggan di wilayah tersebut.

Salah satu pengembangan yang disiapkan Biznet adalah pembangunan Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2). Jaringan kabel serat optik bawah laut itu dirancang menghubungkan Surabaya, Banjarmasin, Sumenep, dan Buleleng untuk memperkuat konektivitas antarpulau.

Sebelumnya, Biznet telah membangun dan mengoperasikan jaringan kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System sejak 2024. Perusahaan juga menyatakan memberikan layanan internet gratis kepada lebih dari 300 kepala keluarga sepanjang 2026 di sekitar fasilitas pendaratan kabel bawah laut atau MarinePOP di Jembrana, Serang, Karawang, dan Gresik.

Di sisi pelanggan, Biznet memberikan tambahan bandwidth 100 Mbps tanpa biaya tambahan bagi pelanggan Biznet Home selama Oktober 2026. Program ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-26 perusahaan.

Biznet juga mengembangkan aplikasi MyBiznet untuk membantu pelanggan mengelola layanan, memperoleh informasi, melihat promosi, dan mengakses layanan pelanggan. Perusahaan menyatakan aplikasi tersebut terus dikembangkan dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, program Biznet Prize Vaganza ditawarkan kepada pelanggan Biznet Home dan Biznet Metronet dengan hadiah berupa perangkat elektronik, voucher menginap, hingga emas.

Rangkaian program tersebut menjadi upaya perusahaan meningkatkan pengalaman pelanggan. Namun, manfaat promosi jangka pendek perlu diimbangi dengan kualitas layanan yang konsisten setelah program berakhir.

Bagi pelanggan, ukuran keberhasilan ekspansi bukan semata-mata jumlah kota yang terjangkau atau panjang jaringan yang dibangun. Stabilitas koneksi, kecepatan penanganan gangguan, ketersediaan layanan di daerah, dan kesesuaian harga dengan kualitas yang diterima menjadi faktor yang menentukan.

Di Sumatera, perluasan jaringan juga perlu diikuti peningkatan akses yang benar-benar dapat digunakan masyarakat dan pelaku usaha. Dengan demikian, investasi infrastruktur tidak berhenti pada pembangunan jaringan, tetapi turut mendorong aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses informasi di daerah.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER