PEKANBARU - Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah, Senin (19/10/2026), menyusul perbaikan kualitas udara di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan tetap memperhatikan kesehatan peserta didik. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga membekali siswa dengan masker dan vitamin sebagai langkah perlindungan di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya terbebas dari dampak asap.
Markarius mengatakan, pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka harus diiringi upaya menjaga kesehatan siswa dan tenaga pendidik.
“Meski kualitas udara mulai membaik, kita tetap harus waspada. Kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama, sehingga penggunaan masker dan pemberian vitamin perlu diperhatikan,” kata Markarius saat meninjau pelaksanaan PTM terbatas.
Pemko Pekanbaru kembali menerapkan PTM terbatas bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mulai Senin ini. Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.
Namun, kondisi udara yang dapat berubah sewaktu-waktu membuat kewaspadaan tetap diperlukan. Paparan partikulat halus PM2.5 dari kabut asap berisiko mengganggu saluran pernapasan, terutama pada anak-anak yang lebih rentan terhadap polusi udara.
Karena itu, sekolah diharapkan tetap memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Siswa yang mengalami gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus agar kegiatan belajar tidak memperburuk kondisi kesehatannya.
Pemko Pekanbaru pun perlu terus memantau perkembangan kualitas udara sebagai dasar evaluasi kebijakan pembelajaran, sehingga pelaksanaan PTM tidak mengabaikan keselamatan dan kesehatan siswa.