Pekanbaru - PT Jasa Raharja (Persero) menyiagakan 2.000 personel untuk mendukung pengamanan dan pelayanan selama Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Kesiapan tersebut diperkuat dengan pemantauan jalur transportasi, khususnya kawasan penyeberangan Bakauheni-Merak yang menjadi penghubung utama arus kendaraan antara Pulau Sumatera dan Jawa.
Sebagai langkah antisipasi, Jasa Raharja bersama Korlantas Polri dan sejumlah pemangku kepentingan melakukan survei kesiapan jalur transportasi dan pelabuhan penyeberangan di Bakauheni dan Merak, Kamis (5/11/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur, pengamanan lalu lintas, keselamatan transportasi, serta pelayanan kepada masyarakat selama libur akhir tahun.
Kegiatan tersebut dipimpin Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen Pol Roycke Harry Langie bersama Kakorlantas Polri Brigjen Pol Aries Syahbudin, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, dan sejumlah pejabat terkait.
Roycke mengatakan, survei tersebut menjadi bagian dari pengumpulan data untuk menyusun rencana operasi pengamanan Nataru, terutama dalam memastikan kesiapan fasilitas yang digunakan masyarakat.
"Dari tiga titik yang sudah kami lihat, secara umum sudah sesuai standar. Nanti mungkin ada teknis-teknis lain yang akan kita atur, baik mulai dari jalur masuk maupun jalur keluar," ujar Roycke di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Sementara itu, Aries Syahbudin menilai kondisi infrastruktur di kawasan Pelabuhan Bakauheni mengalami peningkatan dibandingkan hasil evaluasi dua tahun terakhir. Perbaikan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran arus kendaraan saat mobilitas masyarakat meningkat.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, survei bersama diperlukan untuk memetakan potensi hambatan dan risiko kecelakaan, sekaligus memastikan kesiapan fasilitas serta pelayanan bagi pengguna transportasi.
Menurutnya, kelancaran arus kendaraan harus berjalan beriringan dengan upaya pencegahan kecelakaan dan percepatan penanganan korban apabila terjadi insiden.
Untuk mendukung pelayanan Nataru 2026-2027, Jasa Raharja menyiagakan 2.000 personel melalui 29 kantor wilayah dan kantor cabang. Perusahaan juga menyiapkan lima Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat untuk memperkuat respons dan koordinasi di lapangan.
Selain itu, Command Center Kantor Pusat akan dioptimalkan untuk memantau kondisi lalu lintas dan data kecelakaan secara daring. Pemantauan dilakukan melalui integrasi data dengan IRSMS Korlantas Polri dan rumah sakit mitra guna mempercepat koordinasi serta penanganan korban kecelakaan.
Jasa Raharja juga memberikan dukungan pada 10 Pos Pelayanan Terpadu di wilayah Jawa dan Bali. Upaya lainnya meliputi pengoperasian Mobile Unit Keselamatan Lalu Lintas, pemantauan titik rawan kecelakaan, aksi simpatik, serta penyampaian imbauan keselamatan kepada masyarakat.
Awaluddin mengimbau masyarakat mempersiapkan perjalanan sejak dini, memastikan kendaraan laik jalan, menjaga kondisi kesehatan, serta tidak memaksakan diri berkendara saat lelah.
"Rencanakan perjalanan dengan baik dan jadikan keselamatan sebagai prioritas," katanya.(rls)