Ekspor Luar Negeri Dukung Laju Pertumbuhan Ekonomi Riau

Sabtu, 29 November 2025

PEKANBARU - Pertumbuhan ekonomi Riau, sepanjang 2025 didukung oleh kinerja ekspor luar negeri yang meningkat. Salah satunya disebabkan oleh kembali kompetitifnya harga komoditas berbasis kelapa sawit di pasar internasional relatif terhadap harga minyak nabati lainnya, sehingga menaikkan permintaan dari pasar global.

"Secara tahunan, ekonomi Riau triwulan III tumbuh positif pada level 4,98% (yoy). Artinya Riau masih menjadi provinsi dengan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) terbesar ke-6 di Indonesia dengan kontribusi sebesar 5,14% secara nasional," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Sudiro Pambudi, saat pertemuan tahunan Bank Indonesia, Jumat (28/1/2025) malam.

Dikatakannya, dari sisi lapangan usaha, sektor utama ekonomi Provinsi Riau yakni pertanian dan industri pengolahan tercatat tumbuh 5,39% (yoy) dan 7,17% (yoy) membaik dari periode sebelum.

"Kondisi cuaca yang kondusif mendukung produksi kelapa sawit yang optimal guna memenuhi kebutuhan crude palm oil (CPO) dalam negeri untuk program B40 serta tetap mampu mengoptimalkan ekspor untuk memenuhi permintaan pasar global. Selain itu, adanya diversifikasi produk kertas yaitu kertas packaging juga turut memperkuat ekspor Riau tahun 2025," paparnya.

Selain pertumbuhan, Bank Indonesia Provinsi Riau juga fokus untuk menjaga stabilitas harga, dicerminkan dari tingkat inflasi yang rendah dan stabil. BI juga meyakini bahwa pencapaian inflasi Riau akhir tahun 2025 akan tetap berada dalam target 2,5% ± 1%. Keyakinan tersebut tidak terlepas dari masifnya upaya sinergi yang dilakukan oleh TPID se-Provinsi Riau selama ini.

"Sinergi ini salah satunya diwujudkan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui Peningkatan Produktivitas Pangan dan berbagai program lain," sebutnya.

Selain menaruh perhatian pada kebijakan pertumbuhan ekonomi dan inflasi, BI Provinsi Riau juga aktif dalam pengembangan sektor ril untuk mendorong terwujudnya inklusi ekonomi dan keuangan syariah yang optimal di Provinsi Riau. BI juga secara konsisten mengakselerasi dukungan kepada UMKM agar semakin produktif, naik kelas, dan berdaya saing.

Hal tersebut ditunjukkan melalui pengembangan 43 UMKM binaan dan klaster komoditas unggulan serta lebih dari 100 UMKM Mitra BI Provinsi Riau. Dukungan tersebut fokus pada lima kelompok yaitu klaster pangan strategis, potensi ekspor, pariwisata, ekonomi kreatif, dan wirausaha.

Pengembangan UMKM dilakukan untuk meningkatkan produktivitas melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi berbasis internet serta hilirisasi produk. Saat ini pengembangan UMKM dengan fokus klaster pangan strategis, olahan pangan, kriya, dan fashion telah tersebar di enam Kabupaten/Kota di Provinsi Riau yakni Pekanbaru, Kampar, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Siak dan Indragiri Hulu.

Bank Indonesia Perwakilan Riau, juga terus mendorong akselerasi UMKM dalam rangka penguatan UMKM Go Digital melalui penetrasi digital payment (QRIS) dan penguatan program onboarding UMKM serta peningkatan literasi pencatatan keuangan secara digital menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).

"Demikian juga, dukungan terhadap peningkatan kinerja ekspor UMKM Riau secara berkesinambungan dilakukan melalui fasilitasi keikutsertaan UMKM pada kegiatan promosi perdagangan, baik berskala domestik maupun internasional," jelasnya.

Pengembangan ekonomi syariah juga terus dilanjutkan melalui Islamic Fashion Event Karya Riau Bertuah, Pengembangan komoditas pangan halal yang mendukung GNPIP, dan Penguatan Jaminan Produk Halal melalui penguatan ekosistem sisi hulu-hilir, serta pengembangan kapasitas dan perluasan pasar ekspor untuk produk halal.