Berikut Jadwal Lengkap 5 Event Unggulan Riau 2026

Selasa, 27 Januari 2026

Tirai pertunjukan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 akan dibuka oleh Festival Perang Air di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti yang dijadwalkan menyapa pada 16 hingga 22 Februari 2026. Di kota ini, jalanan akan menjelma menjadi ruang ria yang basah oleh sukacita menyambut Tahun Baru Imlek. Sebagai satu-satunya di Indonesia, festival ini menjadi simfoni interaktif yang menyatukan parade budaya dan pertunjukan seni dalam balutan kebersamaan yang cair dan menggembirakan.

Memasuki bulan Juni, tepatnya pada tanggal 29 hingga 1 Juli 2026, aroma sejarah akan menguar dari Kota Bagansiapiapi dalam Festival Bakar Tongkang. Ritual sakral ini merupakan penghormatan atas jejak langkah para leluhur Tionghoa yang mendarat di tanah Rokan Hilir pada tahun 1883. Replika tongkang yang megah akan diarak menyusuri sudut kota sebelum akhirnya diserahkan kepada sang api di lokasi bersejarah.

Detik-detik saat tiang kapal tumbang menjadi puncak yang mendebarkan, karena di situlah arah rejeki dipercaya akan terbaca melalui tanda-tanda alam. Festival Bakar Tongkang bukan sekadar tontonan, melainkan pertemuan antara akar sejarah yang menghujam dalam dan nilai kebersamaan yang terus dirawat oleh komunitas Tionghoa. Inilah momen di mana masa lalu dan masa depan berpadu dalam api pemujaan yang suci.

Selanjutnya, Pekanbaru akan bersolek menyambut Kenduri Riau pada 6 hingga 9 Agustus 2026. Pesta rakyat ini akan menghidupkan kembali ruh Melayu melalui gerak tari yang gemulai, dawai musik yang mendayu, hingga fesyen etnik dan kuliner tradisional yang memanjakan lidah. Kenduri Riau adalah ruang kreatif bagi keluarga, sebuah perayaan yang memadukan kehangatan tradisi dengan inovasi yang menyegarkan jiwa.

Tak kalah memukau, riak Sungai Kuantan akan menjadi saksi ketangguhan dalam Festival Pacu Jalur Tradisional pada 19 hingga 23 Agustus 2026. Tradisi yang telah melegenda sejak abad ke-17 ini menampilkan aksi ikonik para penari yang menari dengan gagah di atas perahu yang melaju kencang. Ini adalah panggung sport tourism di mana kecepatan dan keindahan budaya bersatu dalam semangat sportivitas yang membara.

Rangkaian prestasi ini ditutup dengan keheningan dan keagungan Subayang Festival di Kabupaten Kampar pada 28 hingga 30 Agustus 2026. Melalui ritual Semah Rantau, masyarakat setempat menunjukkan harmoni yang tulus antara manusia dan semesta, termasuk penghormatan terhadap satwa. Festival ini mengusung kesadaran ekologis yang dalam, membuktikan bahwa adat istiadat adalah benteng terdepan dalam menjaga keseimbangan alam liar.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menitipkan harapan setinggi langit agar perhelatan KEN 2026 menjadi pemantik yang menghidupkan nadi ekonomi di seluruh pelosok daerah. Melalui ajang ini, ia berupaya memastikan api pelestarian pariwisata budaya tetap menyala sebagai warisan abadi bagi generasi mendatang.

"Semoga Karisma Event Nusantara 2026 dapat terselenggara dengan lancar dan memperkuat citra positif pariwisata Indonesia di mata dunia," pungkasnya.