
PEKANBARU - Warga Pekanbaru masih banyak yang mengeluh terkait bantuan yang tidak tepat sasaran bahkan ada pula yang mengaku tidak pernah merasa program pemerintah, baru-baru ini pria lanjut usia (lansia) protes dan turun ke jalan Jenderal Sudirman depan Komplek Mal Pelayanan Publik.
Warga yang belakangan diketahui bernama Amri 67 tahun itu membakar ban bekas. Ia protes tidak pernah menerima bantuan dari Pemerintah padahal ia merasa layak, mengutip pengakuannya dihadapan media ia pernah mengalami sentuhan fisik oleh petugas dinas sosial hingga mengalami sakit pinggang sambil menunjukkan pinggangnya dibalut korset.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Tekad Abidin menyoroti persoalan ketidaksesuaian data kesejahteraan masyarakat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai berdampak langsung terhadap penyaluran bantuan sosial.
Ia menilai, salah satu akar persoalan minimnya sosialisasi terhadap masyarakat terkait sistem pengelompokan desil atau sistem pengelompokan data tersebut.
"Banyak warga yang tidak mengetahui berada di desil berapa, serta tidak memahami mekanisme untuk memperbaiki data agar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Pada akhirnya bantuan tidak tepat sasaran terhadap warga yang seharusnya menerima," kata Tekad dihubungi, Selasa (21/4/2026).
Jika data tidak sesuai tambah Tekad, bukan hanya bantuan sosial, namun dampak lain sangat luas seperti tidak memiliki akses program pendidikan Kartu Indonesia Pintar dan Beasiswa.