
PEKANBARU - Dibawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho, Kota Pekanbaru berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam sektor pendapatan daerah. Meski di tengah tantangan efisiensi anggaran dan tekanan fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bertuah justru meroket tajam berkat berbagai inovasi strategis yang diterapkan secara konsisten oleh pemerintah kota.
Lonjakan angka ini tidak main-main dan menjadi catatan sejarah baru bagi keuangan daerah. Agung memaparkan bahwa jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi kenaikan yang sangat signifikan.
PAD yang semula berada di kisaran Rp800-an miliar, kini melesat hingga menyentuh angka Rp1,2 triliun, sebuah pencapaian yang memperkuat napas fiskal daerah. Kunci utama dari keberhasilan ini ternyata terletak pada pergeseran paradigma pelayanan publik.
"Prinsip dasarnya adalah memberikan kemudahan bagi wajib pajak agar proses administrasi tidak lagi dianggap sebagai beban yang rumit. Dengan mempermudah akses, masyarakat secara otomatis menjadi lebih kooperatif dalam menunaikan kewajiban pajaknya," ujar Agung Jumat (24/4/2026).
Salah satu terobosan yang paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat adalah pemberian diskon pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kebijakan ini terbukti efektif menarik minat warga untuk berbondong-bondong membayar pajak lebih awal.
Antusiasme masyarakat ini menjadi motor utama yang mendongkrak realisasi penerimaan pajak dari sektor properti secara drastis. Tak hanya urusan pajak rumah tinggal, sektor perizinan pun turut dirombak total untuk mendukung iklim investasi.
Agung menginstruksikan DPMPTSP untuk memangkas birokrasi, terutama terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dengan proses yang cepat, transparan, dan tanpa ribet, para pelaku usaha kini jauh lebih bersemangat dalam mengurus legalitas bangunan mereka.
Pertumbuhan positif ini juga didukung oleh sektor-sektor potensial lainnya yang terus menunjukkan tren naik, seperti pajak reklame, hotel, hingga restoran. Selain itu, adanya pajak opsen turut menyumbang kontribusi besar.
Sinergi antara kemudahan perizinan dan pengawasan yang baik membuat sektor-sektor ini menjadi lumbung PAD yang stabil bagi kota.
Namun, Agung menegaskan kenaikan angka di atas kertas bukanlah tujuan akhir dari setiap kebijakan yang ia ambil. Ia berkomitmen bahwa setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat harus dikembalikan dalam bentuk nyata.
"Seperti perbaikan ruas jalan yang rusak, peningkatan fasilitas umum, serta pengelolaan kebersihan kota yang lebih maksimal," terang Agung.
Dengan visi yang menyeimbangkan antara optimalisasi pendapatan dan kualitas layanan, Pekanbaru kini bertransformasi menjadi kota yang lebih mandiri secara finansial.
"Masyarakat diharapkan terus mendukung langkah ini, mengingat pajak yang terkumpul merupakan modal utama untuk membangun infrastruktur yang lebih baik demi kenyamanan warga Pekanbaru," tegas Agung.