Harga Telur dan Ayam di Pekanbaru Turun, Komoditas Pokok Lain Stabil

Rabu, 10 Juni 2026

Tim saber pangan saat monitoring komoditi pangan di Pasar Pagi Arengka

PEKANBARU - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru pasca-Iduladha terpantau stabil. Bahkan, beberapa komoditas utama mengalami penurunan, terutama telur ayam dan daging ayam.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru Adrizal mengatakan, harga telur ayam kini berada di kisaran Rp44.000 hingga Rp48.000 per papan. Telur grade A dijual Rp48.000, grade B Rp46.000, dan grade C Rp44.000 per papan.

Penurunan juga terjadi pada daging ayam. Harga ayam potong yang sebelumnya berkisar Rp29.000 per kilogram kini turun menjadi Rp26.000 per kilogram. Untuk ayam ukuran jumbo, harga bahkan diperkirakan menyentuh Rp25.000 per kilogram.

“Secara umum harga pangan stabil. Tidak ada kenaikan signifikan, justru beberapa komoditas mengalami penurunan,” kata Adrizal saat monitoring Tim Saber Harga Pangan di Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Selasa (9/6/2026), yang melibatkan Polresta, Kejaksaan Negeri Pekanbaru, TNI, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Disperindag.

Harga cabai merah lanjut Adrizal, juga mulai melandai. Cabai merah Bukit saat ini dijual sekitar Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai merah Medan berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Di tengah tren penurunan sejumlah komoditas, bawang putih menjadi pengecualian. Harga komoditas impor tersebut naik menjadi Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Menurut Adrizal, kenaikan harga bawang putih diduga dipicu faktor nilai tukar rupiah karena pasokan masih bergantung pada impor. Sementara itu, harga beras, gula pasir, dan minyak goreng masih relatif stabil.

Pemerintah terus menyalurkan beras SPHP melalui pasar-pasar SP2HP untuk menjaga ketersediaan stok dan menekan gejolak harga.

Untuk minyak goreng, Adrizal memastikan pasokan masih aman. Meski stok Minyakita kemasan 1 liter di sejumlah kios terbatas akibat tingginya permintaan, distribusi secara umum tetap berjalan normal.

“Permintaan Minyakita ukuran 1 liter memang tinggi, sehingga stok di kios tidak terlalu banyak. Namun pasokannya tersedia,” ujarnya.

Tim juga mengawasi distribusi dan harga di lapangan guna mencegah praktik permainan harga. Masyarakat diimbau berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan di pasar.