
Nanik S Deyang.(int)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkapkan adanya kelebihan jumlah dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Nanik, dengan total penerima manfaat saat ini sekitar 63 juta orang dan kapasitas maksimal satu dapur melayani 3.000 penerima manfaat, kebutuhan ideal hanya sekitar 21 ribu dapur.
Namun, berdasarkan data BGN, jumlah dapur yang telah beroperasi mencapai 27.877 unit. Artinya terdapat kelebihan sebanyak 6.877 dapur dibanding kebutuhan yang dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku.
“Dengan total penerima manfaat 63 juta dan ketentuan maksimal satu dapur melayani 3.000 penerima manfaat, maka hanya dibutuhkan sekitar 21 ribu dapur. Kenyataannya saat ini dapur yang operasional mencapai 27.877 unit,” kata Nanik.
Ia menjelaskan, apabila biaya sewa dapur mencapai Rp6 juta per hari, maka kelebihan 6.877 dapur tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran sekitar Rp43 miliar per hari. Dalam hitungan bulanan, potensi pemborosan itu dapat mencapai sekitar Rp990 miliar.
BGN kini akan melakukan penataan ulang terhadap seluruh SPPG yang telah beroperasi. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh dapur memenuhi petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.
“Kita akan tata ulang. Mana SPPG yang sesuai juknis dan mana yang tidak sesuai juknis. Yang tidak sesuai juknis akan kami akhiri kontraknya,” tegas Nanik.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran program MBG lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat di lapangan.