
Ilustrasi.(int)
PT Bundamedik Tbk (BMHS) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025 dengan laba bersih terkonsolidasi mencapai Rp29,7 miliar atau naik 57 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara EBITDA meningkat 9 persen secara tahunan menjadi Rp242 miliar.
Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Perseroan menyebut pertumbuhan ditopang efisiensi operasional, ekspansi layanan bernilai tinggi, serta penguatan ekosistem bisnis kesehatan.
Direktur Utama BMHS, Agus Heru Darjono mengatakan perusahaan berhasil menjaga kualitas pertumbuhan di tengah dinamika industri kesehatan.
Dari sisi operasional, rumah sakit baru yang masuk dalam jaringan BMHS mencatat pertumbuhan pendapatan 30 persen sejak 2023 dan seluruhnya telah mencapai EBITDA positif.
Pendapatan rumah sakit pada 2025 masih didominasi segmen korporasi dan asuransi dengan kontribusi 43,2 persen. Kapasitas layanan juga bertambah dengan total tempat tidur meningkat 4 persen menjadi 601 unit setelah konsolidasi rumah sakit di Surabaya.
Volume tindakan bedah naik 10 persen menjadi 16 ribu tindakan, sementara jumlah pasien dan hari rawat inap juga mencatat pertumbuhan.
Segmen ibu dan anak tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi 51 persen terhadap total pendapatan rumah sakit. BMHS memperkuat layanan neonatal melalui pengembangan fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan program Family Integrated Care (FICare).
Di lini anak usaha, Morula IVF mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar fertilitas nasional dengan pangsa pasar 41 persen pada kuartal IV 2025. Sementara PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk mencatat kenaikan volume tes 47 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025 dan memperluas jaringan menjadi 37 outlet.
BMHS juga terus memperkuat layanan medis berteknologi tinggi. Hingga akhir 2025, perseroan telah melakukan lebih dari 800 tindakan robotic surgery dan mencatat keberhasilan 100 persen pada delapan prosedur transplantasi ginjal.
Presiden Komisaris BMHS, Ivan Rizal Sini menegaskan inovasi klinis dan ekspansi terukur menjadi strategi utama untuk memperkuat daya saing dan menciptakan pertumbuhan jangka panjang.
Ke depan, BMHS menargetkan kapasitas hingga 1.000 tempat tidur pada akhir 2028. Pada April 2026, perusahaan juga menandatangani kerjasama dengan PT Sinar Medika Langgeng untuk mengembangkan rumah sakit berstandar internasional di kawasan BSD yang menyasar layanan fertilitas, kesehatan ibu dan anak, serta bedah canggih untuk pasar medical tourism.