
Kampar - Persimpangan jalan masih menjadi salah satu lokasi paling rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor. Kondisi arus kendaraan yang saling memotong, rendahnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, hingga keberadaan titik buta (blind spot) sering kali menjadi penyebab utama terjadinya benturan yang berujung fatal.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau melalui tim Safety Riding membagikan edukasi selamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman. Edukasi ini bertujuan membantu pengendara memahami potensi risiko dan menjaga ruang aman saat melintasi area persimpangan.
Instruktur Safety Riding PT CDN Riau Arif Rahman Hakim mengatakan, persimpangan merupakan area yang membutuhkan konsentrasi dan kemampuan membaca situasi lalu lintas dengan cepat.
“Persimpangan itu ibarat panggung ujian mental yang sesungguhnya bagi setiap pengendara. Di situlah titik bertemunya berbagai ego dari arah yang berbeda,” kata Arif dalam rilis Capella Honda, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, keselamatan dipersimpangan bukan ditentukan oleh siapa yang paling cepat melintas, melainkan oleh kemampuan pengendara dalam mengantisipasi potensi bahaya dalam waktu singkat.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, tim Safety Riding Honda Riau membagikan sejumlah langkah yang dapat diterapkan pengendara:
1. Kurangi kecepatan dan terapkan prinsip 4T
Sebelum memasuki persimpangan, pengendara dianjurkan menurunkan kecepatan secara bertahap. Terapkan prinsip 4T, yakni Tata cara, Teliti, Tunggu sejenak, dan Tindak dengan aman. Pengendara juga diingatkan agar tidak berasumsi kendaraan lain akan selalu memberikan prioritas jalan.
2. Gunakan lampu sein lebih awal
Lampu sein sebaiknya dinyalakan setidaknya sekitar 30 meter sebelum berbelok atau berpindah jalur. Langkah ini memberi waktu bagi pengguna jalan lain untuk memahami arah pergerakan kendaraan dan merespons dengan aman.
3. Lakukan kontrol visual kanan–kiri–kanan
Saat berhenti di persimpangan, pengendara dianjurkan tetap melakukan pengecekan visual sebelum kembali melaju, termasuk ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Cara yang disarankan adalah melihat ke kanan, kiri, lalu kembali memastikan kondisi aman sebelum bergerak.
4. Hindari berada di area blind spot kendaraan besar
Pengendara sepeda motor diminta tidak berada terlalu dekat di samping maupun tepat di depan kendaraan besar seperti truk dan bus. Area titik buta pada kendaraan besar cukup luas dan kendaraan tersebut memerlukan ruang lebih besar saat berbelok.
Arif juga mengingatkan, bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam berkendara. “Berkendara bukan soal siapa yang paling cepat sampai di seberang. Saat mendekati persimpangan, turunkan ego bersamaan dengan menurunkan gas kendaraan. Selalu terapkan prinsip #Cari_Aman dan jangan ragu mengalah demi keselamatan,” tutupnya.