Rakernas APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi Strategis, Dorong Kota Tangguh dan Berdaya Saing

Sabtu, 04 Juli 2026

PEKANBARU - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan menghasilkan 10 rekomendasi strategis yang akan menjadi suara bersama pemerintah kota untuk memperkuat pembangunan perkotaan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Rekomendasi tersebut merupakan hasil pembahasan berbagai forum selama rangkaian Rakernas yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026. Forum-forum tersebut meliputi Youth City Changers (YCC), Ladies Program, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital (Komdigi), Forum Pangan, Forum Bisnis, Karnaval Budaya Nusantara, hingga Indonesia City Expo (ICE).

Seluruh rangkaian kegiatan menjadi wadah bagi pemerintah kota untuk bertukar pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan perkotaan, mulai dari ketahanan fiskal, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Melalui sidang pleno, seluruh peserta Rakernas menyepakati 10 rekomendasi strategis, yakni:

1. Penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah 

2. Penataan kebijakan ASN, PPPK, dan fleksibilitas belanja daerah.

3. Penguatan tata kelola program strategis nasional di daerah.

4. Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah.

5. Transformasi tata kelola pemerintahan serta digitalisasi layanan publik.

6. Penguatan ketahanan lingkungan dan pembangunan kota berkelanjutan.

7. Penguatan ekonomi lokal dan pembangunan yang inklusif.

8. Penguatan tata ruang, kerja sama antardaerah, dan pembangunan kewilayahan.

9. Penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi.

10. Pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota secara berkelanjutan.

Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengatakan, rekomendasi tersebut merupakan hasil konsolidasi dari berbagai forum selama Rakernas. Menurutnya, pemerintah kota memiliki pengalaman langsung menghadapi persoalan pembangunan sehingga masukan yang dihasilkan diharapkan menjadi bahan penguatan kebijakan pemerintah pusat.

"Rekomendasi ini lahir dari pengalaman nyata pemerintah kota dalam mengelola berbagai tantangan pembangunan. Kami berharap hasil Rakernas menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan nasional," ujarnya.

Ia menegaskan, ketangguhan kota tidak hanya diukur dari kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga dari kemampuan menjaga ketahanan fiskal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ekonomi daerah, mempercepat transformasi digital, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun kolaborasi antarpemerintah.

Rakernas tahun ini dihadiri 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Bappeda yang mewakili 98 kota anggota APEKSI. Selain itu, Karnaval Budaya Nusantara melibatkan sekitar 2.800 peserta, sementara Indonesia City Expo dan bazar diikuti 375 pelaku UMKM.