
Kasmarni
PEKANBARU - Bupati Bengkalis Hj Kasmarni resmi menutup rangkaian Bengkalis Durian Fest 2026 di Lapangan Tugu Bengkalis, pekan lalu. Penutupan berlangsung meriah dengan penampilan penyanyi Melayu asal Riau Al Hafiz, serta penyerahan penghargaan kepada para kontestan durian terbaik.
Dalam kesempatan itu, Kasmarni memberikan piagam penghargaan kepada lima peserta yang dinilai berkontribusi dalam melestarikan durian lokal Bengkalis. Mereka adalah Susanto dari Desa Resam Lapis, Ahmad Hady Kusuma dari Desa Bantan Tengah, Muhammad Romadhoni dari Desa Ulu Pulau, dan Bayu Prabowo dari Desa Selat Baru.
Kasmarni mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan festival, mulai dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Sanggar Renjana, panitia, sponsor, pelaku UMKM, petani durian, relawan hingga aparat keamanan.
Menurutnya, Bengkalis Durian Fest bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi menjadi sarana efektif mempromosikan potensi daerah melalui bazar durian, pameran UMKM, lomba, pertunjukan seni budaya, dan hiburan rakyat yang mampu menarik antusiasme masyarakat.
Kasmarni menegaskan festival tersebut harus terus berkembang menjadi agenda unggulan daerah, bukan hanya seremoni tahunan. Ia menargetkan Bengkalis menjadi salah satu sentra durian terbaik di Indonesia sekaligus destinasi wisata berbasis komoditas unggulan.
"Durian Bengkalis memiliki nilai ekonomi tinggi. Jika dikelola secara profesional mulai dari budidaya, pascapanen, pengolahan hingga pemasaran, komoditas ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat UMKM, sekaligus menjadi daya tarik wisata daerah," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas produksi durian, mengembangkan inovasi produk olahan berbahan dasar durian, serta memperluas promosi agar Bengkalis semakin dikenal sebagai destinasi wisata durian di tingkat Provinsi Riau hingga nasional.
Selain itu, Kasmarni memberikan apresiasi kepada peserta lomba mural, kontes durian, dan lomba olahan makanan berbahan durian yang dinilai turut mempromosikan kreativitas dan produk lokal.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kata Kasmarni, berkomitmen terus mendukung penyelenggaraan berbagai event kreatif yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat identitas budaya Melayu, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Negeri Junjungan.