
Rohil - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir langsung menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait Program Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dengan menggelar aksi gotong royong serentak di Pasar Bintang Bagansiapiapi, Jumat (10/7/2026).
Sebanyak 450 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 150 personel Satpol PP dan 300 petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dengan dukungan Pemerintah Kecamatan Bangko serta jajaran Kepolisian.
Seluruh personel dibagi ke sejumlah tim untuk membersihkan kawasan pasar, saluran drainase, taman, hingga mengangkut tumpukan sampah menggunakan armada dan peralatan kebersihan yang telah disiapkan.
Kepala Satpol PP Rokan Hilir Acil Rustianto mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden melalui Menteri Dalam Negeri dalam rangka mewujudkan Indonesia ASRI.
"Gerakan ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Di Rokan Hilir kami berkolaborasi bersama DLH, Pemerintah Kecamatan Bangko, dan Kepolisian," ujarnya.
Menurut Acil, pelaksanaan program tidak hanya dipusatkan di Bagansiapiapi, tetapi juga berlangsung di Kecamatan Bagan Sinembah dan Kecamatan Tanah Putih dengan sasaran utama kawasan rumah ibadah.
Selain aksi bersih-bersih, Satpol PP bersama DLH juga mencanangkan program penghijauan dengan menanam bibit pohon mangga di seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai upaya menambah ruang hijau dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.
Sementara itu, Kepala DLH Rokan Hilir Suwandi mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam mendukung Program Indonesia ASRI. Ia menyebut kegiatan tersebut memperkuat gerakan kebersihan yang sebelumnya telah dicanangkan Bupati Rokan Hilir di kawasan Pasar Bintang pada Februari lalu.
DLH juga akan menindaklanjuti program tersebut melalui surat edaran Bupati yang menginstruksikan seluruh OPD dan instansi pemerintah melaksanakan gotong royong rutin setiap Kamis selama satu jam di lingkungan kantor masing-masing.
"Kami berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya kerja sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga secara berkelanjutan," tegas Suwandi.