OJK Riau Dorong 350 Siswa Sekolah Rakyat Melek Finansial

Jumat, 07 Agustus 2026

Foto bersama siswa dalam rangkaian road to Hari Indonesia Menabung 2026.

PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau menanamkan literasi keuangan sejak bangku sekolah dengan membekali 350 siswa Sekolah Rakyat melalui program edukasi dan gerakan menabung.

Langkah itu menjadi bagian dari rangkaian Road to Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 sekaligus upaya mempercepat implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Edukasi keuangan tersebut digelar baru-baru ini di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Pekanbaru dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 3 Pekanbaru. Sehari kemudian, kegiatan serupa dilaksanakan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 11 Rokan Hilir.

Para siswa mendapat pemahaman mengenai cara mengelola keuangan, pentingnya menabung, serta penggunaan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Pelaksana Tugas Kepala OJK Provinsi Riau Fredly Nasution mengatakan literasi keuangan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang. Menurut dia, pemahaman finansial dibutuhkan agar generasi muda tidak sekadar mengenal uang, tetapi juga mampu mengelolanya secara bertanggung jawab.

"Edukasi keuangan sejak usia dini merupakan investasi untuk membangun generasi yang cakap finansial. Melalui Road to Hari Indonesia Menabung, OJK Riau ingin menanamkan budaya menabung sekaligus membekali pelajar dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan bertanggungjawab," kata Fredly dalam rilis OJK, Jumat (7/8/2026).

Fredly menilai gerakan menabung di kalangan pelajar tidak dapat berjalan sendiri. Perlu keterlibatan pemerintah daerah, sekolah, dan industri jasa keuangan agar akses terhadap layanan keuangan formal semakin luas dan kebiasaan menabung dapat terbentuk secara berkelanjutan.

“Sinergi antara OJK, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan menjadi kunci untuk memperluas implementasi Program KEJAR serta membangun budaya menabung di kalangan pelajar,” tutupnya.