Raih Juara II Program 3 Juta Rumah, Pekanbaru Dapat Bantuan Bedah 250 Rumah

Kamis, 13 Agustus 2026

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan dan plakat.

Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meraih Juara II kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch 2 Regional Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).

Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM. Penyerahan dilakukan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari dan disaksikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Tak hanya membawa pulang penghargaan, Pemko Pekanbaru juga memperoleh dukungan untuk membedah 250 rumah tidak layak huni (RTLH). Bantuan tersebut menjadi manfaat konkret dari capaian Pekanbaru dalam menjalankan program perumahan.

Agung menegaskan penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama jajaran Pemko Pekanbaru dan masyarakat.

“Alhamdulillah, ini bukan kerja Wali Kota sendiri. Ini hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan tentunya dukungan seluruh masyarakat. Karena itu, sejatinya penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kota Pekanbaru,” ujar Agung.

Menurut dia, manfaat bantuan 250 RTLH lebih penting daripada sekadar predikat juara. Program tersebut akan diarahkan untuk memperbaiki kualitas hunian warga yang masih membutuhkan intervensi pemerintah.

“Kita mendapat bantuan untuk membedah 250 rumah tidak layak huni. Insya Allah segera kita laksanakan dan kita pastikan tepat sasaran, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Pemko Pekanbaru akan melakukan pendataan dan seleksi penerima bantuan sesuai ketentuan. Agung memastikan program tersebut tidak berhenti pada seremoni penghargaan, tetapi dilanjutkan dengan pelaksanaan di lapangan.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan dukungan Pekanbaru terhadap Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program nasional Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mempercepat penyediaan hunian layak, Pemko Pekanbaru sebelumnya mengambil sejumlah kebijakan, mulai dari percepatan proses perizinan pembangunan perumahan hingga pembebasan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai ketentuan.

Pemko juga mendorong kesiapan lahan agar pembangunan rumah dapat dipercepat. Kebijakan tersebut diarahkan untuk membuka akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Penghargaan di Batam dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, para gubernur, bupati dan wali kota se-Sumatera, serta unsur Forkopimda provinsi se-Sumatera.

Prestasi ini menambah catatan capaian Pekanbaru pada 2026. Pada triwulan pertama, Pekanbaru juga meraih Juara II kategori kinerja penanganan stunting dalam ajang apresiasi Kemendagri.

Dengan demikian, dalam tahun yang sama Pekanbaru dua kali menempati posisi kedua dalam ajang apresiasi pemerintah daerah Kemendagri. Penghargaan pertama diraih melalui kinerja penanganan stunting, sedangkan penghargaan terbaru diperoleh dari implementasi Program 3 Juta Rumah.

Agung mengatakan dua penghargaan tersebut harus menjadi pemacu peningkatan kinerja pemerintah daerah.

“Dua kali meraih Juara II tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik. Tetapi yang paling penting bukan sekadar juaranya. Kami ingin setiap prestasi dan program pemerintah benar-benar kembali dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap program pembangunan di Pekanbaru, khususnya Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Bakom Muhammad Qodari, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.