Piala Walikota Pekanbaru Ditutup, Agung Nugroho: Tekan Balap Liar

Senin, 24 Agustus 2026

PEKANBARU - Kejuaraan Balap Motor Piala Walikota Pekanbaru yang digelar di sirkuit nonpermanen Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, resmi berakhir, Minggu (23/8/2026).

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menutup langsung ajang yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (22-23 Agustus).

Ajang ini bukan sekadar adu cepat. Pemko Pekanbaru ingin menyediakan ruang yang aman dan terarah bagi anak muda pecinta otomotif sekaligus menekan praktik balap liar yang berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.

Agung berharap kejuaraan balap motor tersebut dapat digelar secara rutin dan berkembang menjadi agenda olahraga otomotif di Pekanbaru.

“Kita ingin anak-anak muda yang hobi balap punya wadah. Jangan balap liar di jalan raya. Kita siapkan sirkuit dan kompetisi yang resmi," kata Agung.

Tak hanya pembalap lokal, Agung juga menargetkan ajang serupa ke depan mampu menarik pebalap nasional untuk datang dan bertanding di Pekanbaru.

Dampaknya diharapkan tak berhenti di lintasan. Kehadiran peserta dan penonton dari berbagai daerah dinilai dapat menggerakkan UMKM serta perputaran ekonomi masyarakat.

“Kalau orang datang ke Pekanbaru, tentu mereka makan, minum, belanja dan menginap. Ini ikut menggerakkan ekonomi,” kata Agung.

Kejuaraan ini diikuti sekitar 200 peserta dengan total starter mencapai 400 pebalap dari sejumlah daerah di Sumatra, antara lain Riau, Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Jambi.

Sebanyak 15 kategori dipertandingkan, terdiri atas empat kelas utama dan 11 kelas supporting.

Di tengah perhelatan balap, Pemko Pekanbaru juga menggalang donasi untuk membantu korban bencana di NTT. Hingga penutupan, dana yang terkumpul mencapai Rp120 juta.

Agung berharap donasi tersebut terus bertambah hingga mencapai Rp500 juta. Ia juga mendorong hobi otomotif disalurkan melalui kompetisi resmi, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet balap berprestasi dan menggerakkan ekonomi daerah.