
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali berada pada level yang mengkhawatirkan. Pantauan pada Kamis (27/8/2026) pukul 08.00 WIB menunjukkan konsentrasi polutan PM2.5 masih tinggi dan masuk kategori tidak sehat.
Data IQAir mencatat indeks kualitas udara (AQI+) Pekanbaru berada di angka 119, dengan polutan utama PM2.5 mencapai 42,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Status tersebut dikategorikan tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Sementara itu, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada waktu yang sama menunjukkan kondisi yang lebih buruk. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 70,6 µg/m³, dengan kategori tidak sehat.
Perbedaan angka antara kedua platform menunjukkan hasil pemantauan dapat berbeda bergantung pada sumber dan metode pengukuran. Namun, keduanya sama-sama menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kondisi yang perlu diwaspadai.
Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menghantui Riau.
Masyarakat, terutama kelompok rentan, perlu membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai.
Kualitas udara yang kembali masuk kategori tidak sehat juga menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat pemantauan dan penanganan sumber polusi, khususnya jika kondisi tersebut berkaitan dengan asap karhutla.