Pengiriman J&T Express Naik 65 Persen, Teknologi Jadi Penopang Operasional

Sabtu, 29 Agustus 2026

J&T Express mencatat pertumbuhan volume pengiriman lebih dari 65 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Memasuki usia ke-11, perusahaan memperkuat kapasitas logistik dengan mengandalkan teknologi untuk mengejar peningkatan volume sekaligus menjaga efisiensi layanan.

Pertumbuhan J&T Express sejalan dengan kinerja sektor transportasi dan pergudangan nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor tersebut tumbuh 8,04 persen secara tahunan pada kuartal I 2026.

Untuk menghadapi lonjakan pengiriman, J&T Express memperluas penggunaan teknologi dalam proses operasional. Automatic Sorting System telah diterapkan di 19 pusat sortir dan mampu mempercepat proses penyortiran hingga empat kali dibandingkan metode manual.

Perusahaan juga mengoperasikan lebih dari 1.000 mesin sortir di 500 Drop Center, yang meningkatkan kecepatan penyortiran hingga tiga kali lipat.

Tak berhenti pada otomatisasi, J&T Express memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan analisis data untuk mengoptimalkan rute pengiriman, memantau operasional secara real-time, serta menjaga konsistensi standar layanan.

CEO J&T Express Robin Lo mengatakan pertumbuhan perusahaan tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah paket, tetapi juga dari kemampuan memperkuat jaringan dan menyesuaikan operasional dengan perkembangan volume pengiriman.

“Pertumbuhan kami bukan hanya terlihat dari jumlah paket, tetapi dari kemampuan kami membangun jaringan yang semakin kuat, luas, dan adaptif,” ujar Robin.

Menurut dia, teknologi menjadi instrumen penting untuk memastikan peningkatan volume pengiriman tetap diikuti efisiensi dan kualitas layanan.

“Teknologi bagi kami bukan sekadar investasi, tetapi cara untuk memastikan pertumbuhan volume dapat diikuti oleh efisiensi dan konsistensi layanan,” katanya.