Udara Memburuk, Sekolah di Pekanbaru Kembali Belajar dari Rumah

Senin, 07 September 2026

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho saat meninjau proses belajar mengajar sekolah tatap muka, baru-baru ini.

PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk. Konsentrasi PM2.5 yang dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menembus 199,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Minggu (6/9/2026) pukul 19.00 WIB, masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut menjadi dasar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP selama dua hari, Senin-Selasa (7-8/9/2026).

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diambil setelah rapat evaluasi pada Minggu malam. Pemerintah, kata dia, tidak ingin membiarkan anak-anak terpapar udara buruk ketika kualitas udara terus mengalami penurunan.

"Berdasarkan pantauan BMKG selama beberapa hari terakhir hingga hari ini, kualitas udara di Pekanbaru mengalami penurunan. Pada pukul 19.00 WIB, alat ukur PM2.5 BMKG menunjukkan angka 199,3 atau berada dalam kategori sangat tidak sehat," kata Agung, Minggu (6/9/2026) malam.

Menurut dia, kondisi tersebut juga sejalan dengan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) secara berkala.

Agung menegaskan, keputusan PJJ semata-mata untuk melindungi kesehatan peserta didik. Pemerintah memahami kebijakan tersebut tidak selalu mudah diterima seluruh pihak, tetapi keselamatan anak harus menjadi pertimbangan utama.

"Kesehatan dan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Karena itu, kami memohon pengertian dan kerja sama seluruh orang tua," ujarnya.

Ia meminta orang tua mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Agung juga mengingatkan agar PJJ tidak dimaknai sebagai masa libur.

"PJJ bukan libur. Kepada para guru, tetap berikan pembelajaran yang bermakna tanpa membebani anak-anak," katanya.

Pemko Pekanbaru, lanjut Agung, akan terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya.

"Kualitas udara akan terus kami pantau. Semoga hujan segera turun dan udara Pekanbaru kembali sehat," ucapnya.
Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh peserta didik jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP se-Kota Pekanbaru selama dua hari, 7-8 September 2026.