
Potret Jalan Nangka Ujung, kota Pekanbaru, Rabu (9/9/2026).
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Rabu (9/9/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 terpantau berada pada level tidak sehat, berdasarkan dua pemantauan kualitas udara.
Data BMKG pada pukul 06.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 84,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat.
Sementara itu, pemantauan IQAir pada pukul 07.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI? US) Pekanbaru berada di angka 189, yang juga masuk kategori tidak sehat.
IQAir mencatat PM2.5 sebagai polutan utama dengan konsentrasi mencapai 109,3 µg/m³.
Angka tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat Pekanbaru untuk kembali mewaspadai paparan polusi udara. Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.
Kondisi udara tidak sehat terutama perlu diwaspadai kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar ruangan disarankan mengurangi aktivitas luar ruang dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang memburuk.
Kualitas udara di Pekanbaru juga dapat berubah cepat seiring pergerakan angin, cuaca, dan kondisi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.