
Agung Nugroho
PEKANBARU - Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Pekanbaru membawa perbaikan kualitas udara. Kondisi itu menjadi dasar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, Kamis (10/9/2026).
Pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 terus menurun setelah hujan. Pada pukul 01.00 WIB, PM2.5 tercatat 78,5 µg/m³ dan turun menjadi 60,6 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB.
Mulai pukul 03.00 hingga 06.00 WIB, kualitas udara berada pada kategori sedang. Angka terakhir tercatat 52 µg/m³. Meski belum masuk kategori baik, kondisi tersebut menunjukkan udara Pekanbaru jauh membaik dibanding beberapa hari sebelumnya.

Peta BMKG pada 9 September juga mencatat tidak ada titik panas di wilayah Kota Pekanbaru. Hujan masih terpantau di bagian selatan kota dan diharapkan membantu menekan sebaran asap dari wilayah sekitar.
Walikota Agung Nugroho mengatakan keputusan mengembalikan PTM tidak diambil berdasarkan perkiraan semata.
Pemko melakukan evaluasi dengan mempertimbangkan prakiraan BMKG serta perkembangan kualitas udara yang dipantau dari waktu ke waktu.
"Saya memahami apabila masyarakat tadi malam merasa risau. Percayalah, saya lebih risau lagi karena keputusan ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak kita," kata Agung.
Menurut dia, kondisi udara pada Kamis pagi menunjukkan perkembangan sesuai dengan hasil evaluasi. Karena itu, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dapat kembali dilaksanakan.
Namun, Pemko Pekanbaru memastikan pemantauan kualitas udara tetap dilakukan. Jika kondisi kembali memburuk, pemerintah akan segera mengevaluasi kebijakan pembelajaran dan menyesuaikannya dengan kondisi udara.
Agung berharap hujan terus mengguyur Pekanbaru hingga seluruh titik api padam dan kabut asap berakhir.
"Mari berdoa agar hujan terus turun, seluruh api padam, kabut asap berakhir, dan udara kita kembali segar," ujarnya.