
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan gerakan Pramuka tidak boleh berhenti pada seragam, kegiatan seremonial, maupun hafalan Trisatya dan Dasa Darma.
Pesan itu disampaikan Agung saat peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kota Pekanbaru yang dihadiri ribuan anggota Pramuka.
Menurut Agung, nilai-nilai kepramukaan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, terutama di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda. Hoaks, perundungan, hingga judi online disebut menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama.
“Trisatya dan Dasa Darma itu bukan cuma untuk dihafal, tapi ditunjukkan lewat tindakan sehari-hari,” kata Agung.
Ia meminta Pramuka menjadi ruang tumbuh yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai kedisiplinan, kepedulian, dan etika.
Agung juga mendorong anggota Pramuka mulai melakukan aksi sederhana di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Di antaranya memanfaatkan lahan dengan menanam sayuran menggunakan polybag serta menjaga kebersihan saluran air.
“Pramuka bukan sekadar seragam dan kacu merah putih, tapi tentang keteladanan dan aksi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap momentum Hari Pramuka ke-65 menjadi pengingat agar gerakan Pramuka semakin dekat dengan persoalan masyarakat dan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, serta dapat dipercaya.