
PEKANBARU - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pemerintah menyalurkan bantuan beras tahap pertama kepada 33,4 juta warga di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Riau. Menurut Amran, program tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat.
Amran mengatakan, penyaluran bantuan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Seluruh Indonesia totalnya kita bagikan tahap pertama 33,4 juta orang. Itulah bentuk cinta Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia,” kata Amran di Pekanbaru, Kamis (17/9/2026).
Ia juga menyoroti perubahan kondisi perberasan nasional. Amran menyebut Indonesia sebelumnya masih mengandalkan beras impor dari sejumlah negara, antara lain Pakistan, India, Thailand dan Vietnam.
Namun, menurut dia, kondisi tersebut mulai berubah setelah produksi beras dalam negeri meningkat.
“Hari ini satu tahun saja di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, Indonesia sudah tidak seperti dulu. Kalau dulu dari petani Thailand, Vietnam, Pakistan, India untuk rakyat Indonesia, sekarang beras kita aman,” ujarnya.
Amran menegaskan, ketersediaan beras saat ini tidak terlepas dari peningkatan produksi petani dalam negeri. Ia menyebut capaian tersebut sebagai sesuatu yang patut dibanggakan.
“Ini hasil petani kita untuk rakyat Indonesia,” katanya.
Selain ketahanan pangan, Amran mengklaim kesejahteraan petani saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Ia juga menyebut produksi beras pada periode tertentu kini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, produksi yang sebelumnya hanya berkisar sekitar satu hingga dua juta ton pada periode yang sama kini dapat mencapai sekitar 4,6 juta ton.
“Dulu kalau bulan seperti ini hanya satu juta ton, dua juta ton maksimal. Sekarang 4,6 juta ton,” kata Amran.
Amran berharap peningkatan produksi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan beras dari hasil produksi petani sendiri.
Di tengah penyaluran bantuan, suasana pembagian beras juga diwarnai warga yang membawa anak-anak mereka. Amran bahkan sempat menyinggung anak kecil yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Yang penting dia bisa bawa pulang,” ujar Amran.