Lahan Terbakar di Pekanbaru Tembus 106 Hektare, 193 Titik

Kamis, 17 September 2026

Martin Manoluk

PEKANBARU - Luas lahan yang terbakar di Kota Pekanbaru sepanjang 2026 telah mencapai sekitar 106,05 hektare. Kebakaran tercatat tersebar di 193 titik hingga Rabu (16/9/2026).

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru menunjukkan, kebakaran lahan masih terjadi di tengah kondisi udara yang kabur akibat asap. Pada Rabu siang, satu titik kebakaran lahan kembali ditemukan di Jalan Amal, RT 02/RW 26, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Kulim.

"Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 12.00 WIB itu menghanguskan sekitar 0,09 hektare lahan. BPBD menyebut penyebabnya adalah pembakaran lahan," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru Martin Manulok, Kamis (17/9/2026).

Lahan tersebut merupakan lahan kelompok tani berstatus pinjam pakai dengan tanah wakaf dan berada di kawasan perkuburan. Vegetasi yang terbakar berupa pohon dan semak belukar di lahan mineral dengan kondisi topografi datar.

Petugas BPBD bersama kepolisian dan pihak kelurahan langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Sebanyak 15 personel dikerahkan, terdiri dari lima personel Satgas Tanggap, lima polisi, dan lima pihak kelurahan.

BPBD mengerahkan satu mobil MPK, satu mesin Mini Striker, tiga selang buang berukuran 1,5 inci, serta satu nozzle kombinasi.

Secara kumulatif, kebakaran lahan terjadi hampir di seluruh wilayah Pekanbaru. Kecamatan Rumbai mencatat luasan terbesar, yakni sekitar 30,965 hektare dari 33 titik.

Disusul Payung Sekaki sekitar 30,6425 hektare, Tenayan Raya 19 titik, Kulim sekitar 12,0324 hektare, Bina Widya sekitar 9,5675 hektare, serta Bukit Raya sekitar 5,68 hektare.

Kebakaran juga tercatat di Rumbai Barat sekitar 3,6075 hektare, Rumbai Timur 3,535 hektare, Tuah Madani 3,13 hektare, Marpoyan Damai 1,5792 hektare, Lima Puluh 0,065 hektare, Senapelan 0,06 hektare, Sail 0,02 hektare, dan Pekanbaru Kota sekitar 0,01 hektare.

Pada hari yang sama, BMKG memprakirakan kondisi Pekanbaru masih berpotensi mengalami udara kabur akibat asap yang dapat menurunkan jarak pandang. Hingga pukul 17.00 WIB, jarak pandang tercatat sekitar 3,5 kilometer karena asap.

BPBD mencatat, kebakaran lahan masih menjadi ancaman yang belum sepenuhnya mereda. Penambahan luas lahan terbakar pada Rabu mencapai sekitar 0,09 hektare, menambah akumulasi kebakaran sejak awal tahun menjadi lebih dari 106 hektare.

Martin menyampaikan data tersebut dalam laporan harian kondisi bencana Kota Pekanbaru.