Ledakan Informasi Digital Tak Gantikan Peran Media Massa

Kamis, 24 September 2026

Angga Aliya Firdaus

Jakarta - Ditengah derasnya arus informasi di media sosial, media massa dinilai tetap memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang beredar benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemateri dari Detik Angga Aliya Firdaus mengatakan, media massa memiliki mekanisme verifikasi yang menjadi pembeda dengan informasi yang beredar cepat di media sosial.

Menurut dia, media massa mungkin tidak selalu menjadi pihak pertama yang menyampaikan sebuah peristiwa. Namun, informasi yang dipublikasikan telah melalui proses pengecekan, termasuk memastikan lokasi dan fakta kejadian.

“Boleh kita telat lima atau sepuluh menit, tapi kita punya verifikasi," kata Angga, Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan, ketika informasi di media sosial muncul lebih dahulu, masyarakat tetap akan mencari kepastian melalui media yang memiliki proses verifikasi.

Ketika sebuah informasi viral menyebut lokasi atau peristiwa tertentu, misalnya, media massa dapat melakukan pengecekan untuk memastikan apakah informasi tersebut benar-benar terjadi di lokasi yang disebutkan.

“Ketika orang baca, pasti dia akan nanya, benar enggak, ada lokasinya enggak. Ternyata itu bukan,” katanya.

Angga juga mengakui media sosial memiliki keunggulan dalam kecepatan penyebaran informasi. Bahkan, informasi dari masyarakat dapat menjadi bahan awal bagi media untuk dikembangkan menjadi pemberitaan, terutama ketika media tidak memiliki akses langsung ke seluruh lokasi peristiwa.

Namun, kecepatan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Algoritma media sosial membuat informasi yang dianggap menarik atau viral lebih mudah mendapat perhatian, sementara informasi lain dapat dengan cepat tenggelam.

“Zaman sekarang bedanya adalah umurnya semakin pendek. Zaman dulu yang viral bisa bertahan sebulan, sekarang yang viral dua hari lalu sudah dibilang banyak,” sebutnya.