Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI

Jumat, 25 September 2026

Jam Antik jadi saksi sejarah di Museum Bank Indonesia, Kamis (25/9/2026).

Jakarta - Sebuah jam antik menjadi salah satu benda bersejarah yang menyimpan cerita panjang perjalanan Gedung Museum Bank Indonesia (BI). Jam tersebut merupakan hadiah dari Ratu Belanda untuk memperingati 100 tahun berdirinya bangunan tersebut.

Peringatan itu ditandai dengan rentang tahun 1828-1928. Tahun 1828 merujuk pada awal berdirinya bangunan, sementara 1928 menjadi penanda satu abad keberadaannya.

Menurut Edukasi Museum Bank Indonesia Paris, pemberian jam tersebut menjadi bagian dari perayaan satu abad gedung yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah ekonomi dan perbankan di Indonesia.

Tak hanya jam antik, jejak sejarah juga terlihat pada bagian atas bangunan melalui kaca patri berwarna-warni. Ornamen tersebut memuat berbagai simbol tanaman dan hasil tambang yang pada masa Hindia Belanda menjadi komoditas penting.

Diantaranya terdapat simbol sawit, kopi, gula, dan cokelat. Sementara dari sektor pertambangan, terdapat gambaran minyak bumi dan batu bara.

Ragam ornamen itu menggambarkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi besar pada masa tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kekayaan alam Hindia Belanda menjadi bagian dari denyut perdagangan dan perekonomian pada zamannya.

Dari ruang tersebut, perjalanan sejarah kemudian berlanjut menuju ruangan yang dahulu digunakan untuk aktivitas para pejabat dan pengelola perbankan.

Kisah benda-benda bersejarah itu menjadi bagian dari perjalanan Museum Bank Indonesia dalam merekam perkembangan ekonomi dan perbankan dari masa Hindia Belanda hingga Indonesia modern.