
Aksi peringatan Hari Tani di Bengkulu diwarnai sorotan setelah sebuah video yang beredar di media sosial merekam gestur seseorang yang tampak menjulurkan lidah ke arah massa aksi.
Gestur tersebut memicu reaksi di tengah masyarakat. Sejumlah warganet menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan saat massa sedang menyampaikan aspirasi terkait hak dan kepentingan rakyat.
Dalam narasi yang beredar, gestur tersebut disebut sebagai bentuk respons yang dianggap meremehkan perjuangan massa.
Kritik juga diarahkan pada pentingnya sikap aparat maupun pihak terkait dalam menghormati masyarakat yang menggunakan hak menyampaikan pendapat di muka umum.
Peristiwa itu kemudian berkembang menjadi perdebatan di media sosial. Pertanyaan mengenai penggunaan uang publik dan sikap pihak yang berada di sekitar lokasi aksi turut bermunculan.
Namun, konteks utuh video tersebut belum diketahui. Identitas pihak yang melakukan gestur, kepada siapa gestur itu ditujukan, serta alasan di balik tindakan tersebut masih perlu diklarifikasi.
Karena itu, video yang beredar perlu dilihat secara utuh agar respons publik tidak dibangun hanya berdasarkan potongan rekaman maupun narasi yang belum terverifikasi.
Aksi Hari Tani sendiri menjadi ruang bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mengenai persoalan agraria, hak masyarakat, dan kepentingan petani.