
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Senin (28/9/2026) malam. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 melonjak hingga 153,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³), masuk kategori sangat tidak sehat berdasarkan pemantauan BMKG pukul 19.00 WIB.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan polusi udara kembali meningkat setelah kualitas udara Pekanbaru sempat membaik dalam beberapa hari terakhir. Pada 23 September, konsentrasi PM2.5 sempat berada di level 18 µg/m³ dan masuk kategori sedang setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah Riau.
Data BMKG terbaru mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 153,8 µg/m³ pada pukul 19.00 WIB. Angka ini berada jauh di atas kondisi udara yang tergolong baik.
Pemantauan IQAir pada sekitar pukul 20.00 WIB juga menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada pada AQI 177, dengan polutan utama PM2.5 sebesar 93 µg/m³ dan kategori tidak sehat.
Perbedaan angka antara BMKG dan IQAir dapat terjadi karena perbedaan lokasi, metode, waktu pembaruan, serta sumber sensor yang digunakan. BMKG sendiri menyediakan pemantauan kualitas udara, termasuk partikulat PM2.5, sebagai bagian dari layanan pengamatan kualitas udara.
Kondisi udara buruk bukan hal baru bagi Pekanbaru sepanjang September. Pada 17 September, misalnya, pemantauan IQAir mencatat AQI 236 dengan PM2.5 mencapai 160,6 µg/m³.
Kenaikan konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat terhirup jauh ke dalam sistem pernapasan.
Dengan kualitas udara kembali berada pada level sangat tidak sehat, masyarakat Pekanbaru perlu mewaspadai aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan, sembari terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca.