
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali berada pada level tidak sehat. Data BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus (PM2.5) mencapai 66,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Rabu (30/9/2026) pukul 14.00 WIB.
Pada waktu yang hampir bersamaan, pemantauan IQAir menunjukkan AQI 159 atau masuk kategori tidak sehat, dengan PM2.5 sebesar 66,3 µg/m³.
Partikel PM2.5 menjadi polutan utama yang terpantau di udara Pekanbaru. Tingginya konsentrasi partikulat ini menunjukkan kualitas udara kembali memburuk setelah sempat berada pada level lebih rendah dalam beberapa hari sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan polusi udara dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan.
Data pemantauan kualitas udara juga menunjukkan kondisi Pekanbaru masih berfluktuasi. Perubahan konsentrasi PM2.5 dapat terjadi dalam waktu singkat, bergantung pada kondisi cuaca, arah angin, dan sumber emisi di wilayah sekitar.