
PEKANBARU - Kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, kembali memburuk pada Senin (5/10/2026) sore. Asap yang makin pekat membuat jarak pandang terganggu dan memicu keluhan sesak napas serta mata pedih, meski warga telah menggunakan masker.
Data BMKG pada pukul 17.00 WIB mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru mencapai 141,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.
Kondisi serupa terpantau melalui pemantauan IQAir. Pada pukul 18.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru berada di angka 190 atau kategori tidak sehat, dengan PM2.5 mencapai 110,8 µg/m³.
Memburuknya kualitas udara terjadi ketika kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Pekanbaru. Kondisi ini menambah risiko bagi warga, terutama kelompok rentan, ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Warga yang mengalami sesak napas, mata perih, atau keluhan kesehatan lainnya di tengah kondisi udara buruk diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai.
Kondisi kualitas udara tersebut juga menjadi perhatian karena Pekanbaru sebelumnya beberapa kali mengalami lonjakan konsentrasi PM2.5 di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.