
PEKANBARU - Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru hingga Sabtu (10/10/2026) pagi membuat kabut asap tampak menipis. Namun, kualitas udara belum sepenuhnya aman. Data dua sumber pemantauan masih menunjukkan polusi udara berisiko, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan.
Berdasarkan pemantauan BMKG pukul 07.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru tercatat 39,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³), dengan kategori sedang.
Sementara itu, data IQAir pada pukul 08.00 WIB mencatat indeks kualitas udara (AQI) 147, masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Konsentrasi PM2.5 mencapai 54 µg/m³.
Perbedaan angka tersebut berasal dari sumber dan waktu pemantauan yang berbeda. Meski demikian, kedua data itu menunjukkan bahwa hujan yang mengurangi kabut asap belum berarti persoalan polusi udara selesai.
Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru. Paparan polusi berisiko memicu gangguan pernapasan, terutama pada kelompok yang lebih rentan.
Masyarakat diimbau tidak hanya menjadikan tipisnya kabut asap sebagai patokan untuk beraktivitas di luar ruangan. Anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan perlu membatasi aktivitas luar ruang ketika kualitas udara memburuk.