
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru masih mengancam kelompok sensitif meski data pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 sebesar 0 mikrogram per meter kubik pada Senin (12/10/2026) pukul 12.00 WIB.
Sebaliknya, data IQAir pada pukul 13.00 WIB mencatat indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru mencapai 138 atau masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Konsentrasi PM2.5 tercatat 50,8 µg/m³.
Perbedaan angka kedua sumber tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara yang perlu dicermati. Data BMKG mencatat angka nol, sedangkan IQAir masih menunjukkan pencemaran partikulat halus di udara.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga paru-paru. Paparan polusi ini berisiko memicu gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit jantung dan paru-paru.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah aktivitas masyarakat yang kembali berjalan normal, termasuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah-sekolah Pekanbaru.
Masyarakat, khususnya kelompok rentan, perlu membatasi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang sesuai juga dapat menjadi salah satu langkah mengurangi paparan partikel polutan.