6.000 Masker untuk Warga, Udara Pekanbaru Masih Mengancam

Selasa, 13 Oktober 2026

PEKANBARU - Ancaman polusi udara yang masih membayangi Pekanbaru mendorong pemerintah kota memperkuat perlindungan warga. Sebanyak 6.000 masker disalurkan BPJS Kesehatan kepada Pemko Pekanbaru untuk dibagikan kepada masyarakat di tengah kualitas udara yang masih berfluktuasi.

Bantuan tersebut diterima Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar di rumah dinas wali kota, Senin (12/10/2026). Masker itu diharapkan membantu mengurangi paparan polusi, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Fluktuasi kualitas udara menjadi perhatian karena paparan partikulat halus PM2.5 dapat mengganggu sistem pernapasan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta penderita asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), membutuhkan perlindungan lebih.

Bantuan 6.000 masker ini menjadi salah satu langkah perlindungan bagi masyarakat. Namun, pembagian masker perlu diikuti pemantauan kualitas udara dan penyampaian informasi risiko secara berkala agar warga dapat menyesuaikan aktivitas ketika polusi meningkat.

"Pemko Pekanbaru juga perlu memastikan distribusi masker menjangkau kelompok yang paling membutuhkan, bukan sekadar menjadi bantuan simbolis di tengah ancaman kabut asap," kata Markarius.

Kualitas udara yang berubah-ubah menuntut kewaspadaan berkelanjutan. Perlindungan warga tidak cukup hanya mengandalkan masker, tetapi juga membutuhkan langkah antisipasi yang konsisten sesuai kondisi udara di lapangan.