
Potret udara kota Pekanbaru, Rabu (14/10/2026) pagi.
PEKANBARU - Kualitas udara di Pekanbaru kembali memburuk. Konsentrasi polutan PM2.5 berdasarkan pemantauan BMKG mencapai 180,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Rabu (14/10/2026) pukul 09.00 WIB, masuk kategori sangat tidak sehat.
Data tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga paru-paru. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.
Pemantauan berbeda dari IQAir pada pukul 10.00 WIB juga menunjukkan kondisi udara yang mengkhawatirkan. Indeks kualitas udara (AQI) mencapai 215 atau kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 140 µg/m³.
Perbedaan angka kedua pemantauan tersebut dapat dipengaruhi waktu pengukuran dan lokasi sensor. Namun, keduanya sama-sama menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada pada tingkat yang perlu diwaspadai.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan fisik berat. Penggunaan masker yang sesuai, menutup jendela saat udara luar memburuk, serta memantau perkembangan kualitas udara juga penting untuk mengurangi paparan polusi.
Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak polusi udara, khususnya bagi kelompok rentan.