Kualitas Udara Bukittinggi Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 83,9

Kamis, 15 Oktober 2026

Kabut asap di kota Bukittinggi, Kamis (15/10/2026) pagi.

Bukittinggi - Kualitas udara di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, kembali berada dalam kategori tidak sehat pada Kamis (15/10/2026) pagi. Konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 83,9 mikrogram per meter kubik, sehingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat.

Data pemantauan kualitas udara pukul 04.00 menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) berada di angka 171 berdasarkan standar US AQI. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, dengan PM2.5 sebagai polutan utama.

Kondisi ini menjadi perhatian karena partikel PM2.5 berukuran sangat kecil dan dapat menembus jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.

Prakiraan cuaca juga menunjukkan potensi udara kabur hingga kabut/asap, dengan suhu berkisar 17-24 derajat Celsius dan kelembapan 70-99 persen.

Ditengah memburuknya kualitas udara, pemerintah setempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada 14-17 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik dari paparan polusi udara.