Biznet Perluas Investasi Pusat Data AI, Kapasitas Komputasi Jadi Taruhan Baru

Jumat, 16 Oktober 2026

Adi Kusma.(int)

PEKANBARU - Lonjakan kebutuhan komputasi untuk kecerdasan buatan (AI) mendorong Biznet memperluas investasi dari jaringan internet ke infrastruktur pengolahan data. Memasuki usia ke-26 tahun, perusahaan ini mengoperasikan pusat data siap AI di Bali dan menyiapkan pembangunan jaringan kabel laut baru untuk memperkuat konektivitas antarpulau.

President Director Biznet Adi Kusma mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital terus berkembang. Selain akses internet, kapasitas komputasi dan pengolahan data menjadi kebutuhan penting seiring meluasnya pemanfaatan AI.

“Selama 26 tahun mendukung transformasi digital Indonesia, kami terus berupaya menjawab kebutuhan masyarakat digital,” kata Adi, baru-baru ini.

AI Center Biznet di Bali dirancang untuk menangani kebutuhan komputasi berdaya tinggi. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas listrik hingga 145 kilowatt (kW) per rak serta teknologi pendingin cair (liquid cooling) untuk menunjang operasional server. Biznet juga menyediakan laboratorium pengembangan AI di fasilitas tersebut.

Investasi ini menyasar kebutuhan komputasi yang meningkat seiring penggunaan AI dalam aktivitas kerja dan bisnis. Biznet mengutip survei PwC Global Workforce Hopes & Fears 2025 yang mencatat 69 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan AI untuk pekerjaan mereka dalam 12 bulan terakhir.

Di sisi lain, penetrasi internet Indonesia mencapai 81,72 persen pada 2026 berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Pertumbuhan penggunaan layanan digital tersebut memperbesar kebutuhan terhadap infrastruktur yang mampu menopang lalu lintas data dan aplikasi berbasis AI.

Untuk memperkuat konektivitas, Biznet juga menyiapkan pembangunan Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2). Kabel serat optik bawah laut itu direncanakan menghubungkan Surabaya, Banjarmasin, Sumenep, dan Buleleng.

Jaringan tersebut melanjutkan pengembangan Biznet Nusantara Cable System (BNCS), yang telah dibangun, dimiliki, dan dioperasikan perusahaan sejak 2024.

Pengembangan pusat data dan kabel bawah laut menjadi bagian dari strategi Biznet menghadapi perubahan kebutuhan industri digital. Namun, investasi infrastruktur berkapasitas besar juga menuntut keandalan operasional, efisiensi, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

Tantangan berikutnya memastikan kapasitas baru tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis digital dan pengembangan AI di Indonesia, bukan sekadar menambah infrastruktur di tengah persaingan industri konektivitas.