
BENGKALIS - Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha meminta penerima Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit 2026 tidak sekadar mengejar gelar akademik, tetapi juga menyiapkan diri untuk berkontribusi membangun daerah, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
Pesan itu disampaikan Septian saat menghadiri pelepasan mahasiswa penerima Beasiswa SDM Sawit 2026 bersama Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Syafroni Untung, Rabu (16/9/2026).
Septian menilai peningkatan kualitas SDM menjadi investasi penting bagi masa depan Bengkalis, mengingat sektor perkebunan sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. Karena itu, kesempatan memperoleh beasiswa harus dimanfaatkan secara serius agar ilmu yang didapat dapat menjawab kebutuhan sektor tersebut.

“Belajar sungguh-sungguh, jaga nama baik daerah, dan setelah selesai pendidikan kembalilah untuk memberikan kontribusi bagi daerah,” kata Septian.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar menghargai pengorbanan orang tua yang mendukung pendidikan mereka. Menurutnya, keberhasilan penerima beasiswa tidak cukup diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan menerapkan ilmu, teknologi, dan inovasi untuk mendorong kemajuan perkebunan sawit di Bengkalis.
Camat Mandau Riki Rihardi mengapresiasi program beasiswa tersebut karena membuka akses pendidikan bagi generasi muda. Ia meminta para penerima beasiswa menjalani pendidikan dengan serius dan menjadikan kesempatan itu sebagai modal untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Dahen Tawakal menyebut jumlah penerima Beasiswa SDM Sawit terus meningkat. Pada 2026, sekitar 271 mahasiswa tercatat berhasil memperoleh beasiswa tersebut dari ratusan rekomendasi yang diajukan.
Dahen berharap para penerima dapat menuntaskan pendidikan dan kembali berkontribusi dalam pengembangan sektor sawit, mulai dari peningkatan produktivitas hingga penerapan teknologi dan perbaikan tata kelola perkebunan.
Program ini didukung pemerintah daerah, Dinas Perkebunan, APKASINDO, kelompok tani, perusahaan, orang tua, serta sejumlah pihak lainnya.
Pelepasan mahasiswa ditutup dengan penyerahan cendera mata secara simbolis kepada perwakilan penerima beasiswa.