
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berada pada kategori tidak sehat, Senin (19/10/2026) pagi. Meski konsentrasi polutan PM2.5 masih tinggi, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka.
Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 07.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 76,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.
Sementara itu, pemantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru berada di angka 166 atau kategori tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 76,4 µg/m³.
Kondisi ini menjadi perhatian karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara. Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan mencapai paru-paru.
Di tengah kualitas udara yang belum membaik, pembelajaran tatap muka tetap berjalan. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan sekolah dan orang tua dalam melindungi siswa dari paparan polutan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Sekolah perlu memastikan langkah perlindungan bagi siswa tetap dijalankan, termasuk mengurangi kegiatan luar ruangan dan memberi kelonggaran bagi anak yang mengalami gangguan pernapasan.